Our Blog

Pembangunan Jembatan Pulau Balang Ditarget Rampung Akhir 2018

Keberadaan jembatan Pulau Balang tampaknya menjadi solusi utama bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang hendak menyeberang ke kota Balikpapan.

Selama ini aktivitas ekonomi seperti mobilisasi barang dan jasa antara kedua kota tersebut terhalang oleh adanya teluk Balikpapan sehingga harus menggunakan penyeberangan feri. Dengan adanya jembatan ini, permasalahan transportasi bisa terselesaikan dan aktivitas ekonomi dan industri masyarakat sekitar bisa meningkat.

Progress Jembatan Pulau Balang

Jembatan Pulau Balang tak hanya berperan penting bagi masyarakat Penajam Paser Utara dan Balikpapan saja, tapi juga masyarakat Kalimantan seluruhnya. Jembatan ini dibangun pemerintah sebagai bagian dari jalur penghubung trans Kalimantan, sehingga keberadaannya bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kalimantan. Pemkab PPU bahkan membangun jalan pendekat untuk memudahkan akses masyarakat menuju jembatan Pulau Balang.

Berjarak sekitar 5,4 kilometer dari Penajam – Balikpapan, jembatan Pulau Balang memiliki panjang sekitar 12 kilometer jika ditambah dengan jalan tol Sepinggan. Pembangunan jembatan yang menjadi pintu masuk perekonomian Kalimatan Selatan menuju Kalimantan Timur ini membutuhkan dana sekitar Rp. 5,6 triliun. Dana tersebut diperoleh dari APBN dan telah menghabiskan sekitar Rp. 425 milliar dari APBD Kalimantan Timur untuk pengerjaan jembatan segmen 1 yang selesai pada 2015 lalu.

Saat ini, proses pembangunan berpusat pada pembangunan bentang tengah dengan perkiraan biaya yang dihabiskan sekitar Rp. 1,3 trilliun. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur, Taufik Fauzi, skema pembayaran pembangunan lanjutan ini mirip dengan pola cicil jembatan kembar, dimana pelunasan pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai. Sebelumnya pemerintah telah selesai membangun bentang pendek jembatan sedangkan untuk keseluruhan pembangunan ditargetkan selesai pada akhir 2018.

Jembatan Pulau Balang yang berada di Kelurahan Pantai Lango, Penajam dan Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku ini menerapkan desain kekuatan full kelas IIb. Dengan desain tersebut, jembatan Pulau Balang diharapkan mampu menahan beban kendaraan berat seperti truk tronton dan kendaraan angkut lainnya.

Proses pembangunan jembatan Pulau Balang tergolong cepat meski kontrak pembayaran dilakukan hingga tahun 2019. Tentu hal ini menjadi kabar baik bagi Pemrov Kalimantan Timur dan masyarakat setempat yang sudah menunggu kehadiran jembatan ini sejak lama.

Perumahan Balikpapan